Wah, Ternyata Teknologi Truk Tanpa Pengemudi Sudah dikenalkan

Info Tekno | Truk memang berbeda jauh dengan mobil. Tentunya berukuran lebih besar karena sesuai dengan fungsinya sebagai kendaraan pengangkut barang. Bukan pengangkut orang lo ya? Kemarin, sekitar 7 tahun berlalu, Kita disuguhi teknologi mobil tanpa pengemudi.

Pernah menaiki mobil dengan teknologi demikian? Dalam hal ini, google adalah perusahaan terdepan yang menguasai teknologi tersebut. Belum lagi teknologi tersebut menyeluruh ke sedunia termasuk juga jalanan Indonesia, kini sudah ada teknologi truk tanpa pengemudi.

Teknologi Truk Tanpa Pengemudi


Sekilas, memang nampak tak ada perubahan dari teknologi self-driving ini. Namun, truk berbeda dengan mobil dalam banyak hal.

Oleh karena itu, kendaraan harus lebih kuat, dan seimbang. Disamping itu memiliki ukuran yang besar juga menjadi tantangan yang lebih tinggi ketimbang mobil. Harus mampu menyesuaikan dengan kendaraan yang ada di selingkungan truk.

Apalagi jalanan Indonesia, dimana lalulintas yang terkenal dengan kesemrawutannya. Waduh, jika sistem yang berjalanan kurang efisien, tanpa ada manusia sebagai sopir cadangan, .... bisa dibayangin sendiri apa bakal terjadi. 

Nah, meski teknologi truk tanpa pengemudi belum lagi umum,tapi Anda perlu untuk mengetahuinya sekarang. Bagaimana ulasannya? Simak bahasan berikut,

Intip Teknologi 5G
Teleskop Canggih, Memiliki Fitur Pelacak Bintang

Truk Tanpa Pengemudi

Mungkinkah komputer bekerja lebih baik di kemudi daripada manusia? Atau akankah hal tersebut dapat memperbaik keadaan? Atau malah memperburuk keadaan?

Hal tersebut akan terbukti beberapa tahun ke depan. Teknologi mobil tanpa pengemudi yang dikuasai oleh google telah banyak diuji dan berkali turun ke jalanan umum. Hasil uji dari mobil yang dikeluarkan oleh google cukup memuaskan. Dengan hanya terjadi 20 kecelakaan selama 7 tahun dan jutaan mil perjalanan. Dan ditemukan hanya satu disebabkan kesalahan mobil. 

Melirik perusahaan google sukses dengan teknologinya, beberapa perusahaan truk juga tengah memproduksi dan menguji truk tanpa pengemudi. Ya, meskipun masih banyak yang belum diselesaikan dalam masalah teknis, tapi truk diklaim akan lebih aman dan harga akan lebih murah.

“Sistem ini sering  berjalan lebih baik daripada saya sendiri” kata salah satu penguji yang profesional.
Memang masalah tidak hanya bertumpu pada hal bagaimana truk dapat berjalan dengan sendirinya. Namun juga harus menimbang segalanya  agar kendaraan lain dan truk sendiri tetap selamat sampai tujuan dengan waktu yang efisien.

Truk otonom, katanya, dapat menghemat bahan bakar, dan mampu menyelesaikan rute perjalanan yang lebih cepat. Namun, hambatan teknologi otonom lebih tinggi daripada mobil self-driving. Diperlukan  kesesuaian sensor dan kode yang menjadi kesadaran yang situasional seperti halnya pengemudi profesional yang terlatih bertahun-tahun. Wih, sopir ahli pun akan terancam kedudukannya nih.

Untuk mencapai kelancaran jalan, Truk akan diuji dengan banyak kendaraan yang mengganggui untuk mengatasi masalah kebingungan. Juga dalam bahaya jalan, kondisi jalan yang terjal, dan laju kendaraan lain yang tak dapat diprediksi. Wah, ini akan menjadi tantangan sulit ketika diuji di jalanan umum Indonesia.

Dalam masalah politik dan ekonomi, ketika truk sudah dapat berjalan sendiri, akan mempengaruhi sejumlah besar para pekerja sopir truk. Teknologi tidak mungkin mengganti sopir truk seluruhnya dalam waktu dekat. Namun, hampir dipastikan pekerjaan sopir akan digantikan oleh teknologi ini. Dan harus diterima oleh semua sopir tanpa mampu membela.

Trobosan dari truk mengemudi sendiri adalah meringankan tugas ketika butuh pengiriman banyak barang dengan jarak yang jauh. Teknologi ini diklaim akan membebaskan sopir  truk untuk menyelesaikan tugas lebih efisien, namun bisa juga mengikis gaji mereka sampai pada akhirnya menggantikan mereka sama sekali. Perusahaan kendaraan ternama yang sibuk dalam teknologi ini adalah Otto, Volvo, Daimler, Peterbilt.

Kunci dari teknologi Otto adalah sistem lidar, yang menggunakan laser berdenyut untuk mengumpulkan data secara rinci di selingkungan truk. Otot-otot komputasi yang banyak akan dijejalkan dalam paket yang sangat kecil. Hal ini diperlukan untuk menyesuaikan arus data sensor dengan pengereman, kemudi dan bobot beban melalui algoritma panduan.

Biaya yang dihabiskan perusahaan otto dalam membangun kotak lidar ini sebesar $ 100.000. namun, perusahaan tersebut memiliki tim yang merancang versi yang harganya dapat berkurang $10.000.

Selain itu, di area kemudi juga disediakan tombol merah besar untuk mengganti semua aktifitas menjadi mode manual dimana manusia kembali menjadi pengemudi. Jadi, meski bisa jalan sendiri, truk butuh seorang untuk mengawasi dan akan diambil alih ketika kondisi mengkhawatirkan.

Dengan teknologi ini memungkinkan potensi kecelakaan pada truk akan berkurang. Dimana kelelahan pengemudi adalah menjadi faktor yang utama dan fatal.

Amankah berkendara di sekitar truk tanpa pengemudi?

Dengan catatan yang telah ada pada teknologi self-driving pada mobil, Kita aman-aman saja seliweran di selingkungan mobil. Tapi catatan tersebut akan sulit didapatkan untuk truk sebagai kendaraan yang lebih besar dan tantangan yang lebih tingg. Menimbang keselamatan pengguna jalan lain atau keselamatan truk itu sendiri.

Ketika truk melaju dengan kecepatan tinggi, maka akan membuat jarak pengereman yang juga jauh untuk truk berhenti sama sekali. Namun, salah satu keuntungan dari sensor yang dipasang dibagian atas kabin adalah memberikan tampilan yang detail jauh di arah depan. Yang membikin data lebih akurat dan tidak ambigu.

Namun, jika sinar matari terlalu terang bisa membutakan kamera secara singkat dan akan kesulitan menafsirkan ekspresi dan isyarat kendaraan yang terdekat untuk memprediksi perilaku pengemudi di dalamnya. Oleh karena itu, pengujian harus dilakukan berkali-kali agar mendapat hasil yang setepat mungkin.

Nah, untuk Indonesia mencicipi teknologi self-driving baik mobil apalagi truk mungkin masih lama. Ya, tenaga sopir masih akan dibutuhkan entah sampai berapa keturunan. Sekian informasi teknologi yang dapat AF bagikan. Semoga bermanfaat.

1 Response to "Wah, Ternyata Teknologi Truk Tanpa Pengemudi Sudah dikenalkan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel