Strategi Pemasaran Media Sosial, 7 Kesalahan UMUM Ini Harus DIHINDARI

Strategi Pemasaran Media Sosial - banyak brand-brand besar yang bisa dibilang sukses dalam mempromosikan produk mereka di media sosial.

kalau kita lihat, akun social media milik mereka punya banyak like dan retweet. ribuan sampai ratusan ribu. bahkan dari post baru yang baru saja diterbitkan.

dan memang sepertinya mereka memang berhasil memaksimalkan manfaat media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Whatsapp, dan lainnya untuk berjualan.

dan melihat seperti itu kita akan tertarik. dan mulai lah kita untuk mencoba sendiri pemasaran produk kita melalui media sosial seperti yang brand-brand besar lakukan.

hal ini baik.

Strategi Pemasaran Media Sosial

tapi kebanyakan kita gagal di tengah jalan. ketika kita mencoba, sebenarnya masih baru mencoba, kita sudah menyerah karena hasilnya nampak mengecewakan.

mungkin kamu sudah mencontoh media sosial dari brand besar seperti buat page, profilnya lengkap, membuat konten menarikyang banyak, tapi follower masih juga di sedikit dan sulit untuk bertambah.

Atau akun kita sudah memiliki follower yang banyak tapi pembeli masih juga tidak bertambah.

apakah kamu merasa begitu?

mungkin kamu sudah melakukan semuanya, tapi mungkin kamu juga masih melakukan 7 kesalahan berikut ini.

saya mengambil informasi ini dari PanduanIm. mari kita lihat apa saja kesalahan-kesalahan yang harus dihindari dalam strategi social media dan bagaimana solusinya agar tidak mengecewakan. 

Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Strategi Pemasaran Media Sosial

1 Berharap penjualan langsung

kalau membuka aplikasi media sosial seperti instagram, Facebook, Twitter di ponsel, apa yang paling sering kamu lakukan?

Ingin membeli sesuatu atau sekedar melihat-lihat postingan foto dari teman dan keluarga?

yang paling sering biasanya adalah yang kedua.

sekitar 94% orang yang membuka media sosial adalah bertujuan untuk melihat foto, chattingan, atau sekedar membaca status keluarga dan teman.

tapi, ketika melakukan strategi pemasaran, banyak orang yang menginginkan orang-orang untuk membeli barang padahal itu kemungkinannya sangat sedikit.

nah, disinilah kesalahan yang sering dilakukan dan harus dihindari.

Jadi, kalau sudah aktif di media sosial sebagai suatu brand, jangan terlalu berharap postingan yang diupdate bisa langsung meningkatkan penjualan.

kamu akan cepat merasa kecewa dan putus asa.

lalu, Kalau memang begitu,

kenapa banyak akun medsos brand besar yang berhasil mendapatkan banyak follower dan penjualan mereka meningkat?

berikut alasannya,

Solusi kesalahan 1

kalau kamu sudah tahu bahwa sebagian besar pengguna media sosial bukan untuk membeli barang. hanya sebagian kecil yang bertujuan untuk membeli barang dan langsung membeli.

Tapi hanya sebagian kecil saja.

kebanyakan orang menginginkan bisa menghasilkan penjualan langsung ketika measarkan produk di media sosial.

Oleh karena itu, tujuan utama strategi di media sosial bukan untuk menjual.

Melainkan untuk membangun sebuah brand.

memperkenalkan reputasi dan brand yang kamu miliki pada orang lain. menunjukkan kualitas produk dan kualitas layanan pada calon-calon customer.

kita bisa membuat jaringan hubungan yang mesra dengan para pelanggan dan calin pembeli.

dalam jangka panjang hal ini akan memberikan berdampak yang positif.

mari kita lihat kesalahan yang harus dihindari berikutnya,

2. Hanya Membicarakan Diri Sendiri

Sebetulnya kesalahan kedua ini sepele, tapi sering terjadi di strategi pemasaran media sosial strategi marketing lainnya.

sebelumnya, kita sudah tahu apa yang orang-orang lakukan di media sosial. kebanyakan mereka mampir ke media sosial hanya untuk mencari kabar tentang teman atau keluarga.

Makanya, kalau setiap hari hanya membuat post tentang produk terbaru, daftar harga, dan lainnya, mereka tidak ada yang tertarik.

sebagian besar mereka tidak peduli dengan kita. tidak peduli dengan postingan yang kita upload setiap hari.

kita hanya membicarakan tentang diri sendiri. kita tidak memedulikan mereka.

kesalahan yang kita lakukan adalah terlalu fokus pada produk-produk kita. kita cuek saja dengan audiens.

Solusi kesalahan 2

Sediakanlah apa yang dicari oleh audiens. Kita sudah tahu apa yang diminati sebagian besar orang di media sosial.

Salah satunya, kita buatkan konten yang menarik.

Karena tidak ada orang yang peduli tentang bisnis kita, kita-lah yang harus memancing mereka dengan membuat konten yang menarik bagi mereka.

Dengan begitu, barulah akun brand kita layak untuk di-follow.

3. Mengabaikan Konteks Pembeli

sering kali kita terlalu fokus pada konten. Konten adalah raja. ungkapan ini sering kita dengar di marketing lain.

memang benar, tanpa konten yang berkualitas mustahil bisa mendapatkan hasil bisnis yang bagus.

tapi, di media sosial berbeda.

Kualitas konten masih penting, dan sangat penting, tapi jangan lupa ada yang penting lagi,

konteks dari konten.

Konteks adalah sesuatu yang menjadi penyebab suatu kejadian, pernyataan, atau gagasan. sehingga kamu bisa menentukan alasan mengapa audiens tertarik dengan produkmu dan membelinya. semuanya akan terhubung dan bisa dipahami dengan jelas.

Di kesalahan ke 2 tadi, kita sudah tahu bahwa salah satu tujuan media sosial adalah membuat konten yang menarik.

Tapi bukan hanya itu.

tapi kita sering melupakan konteks untuk penjualan produk.

Solusi kesalahan 3

Buatlah profil atau gambaran dari orang-orang yang akan tertarik dan membeli dari brand kamu.

bingung?

Misalnya kalau kemu memasarkan produk suplemen fitnes, maka profilnya adalah orang-orang yang rutin ke gym untuk melatih otot. Bukan pada orang lain.

Setelah itu cari tahu apa saja konten yang membuat mereka tertarik.

Jangan membuat konten yang umum, apalagi yang tidak menarik.

4. Kurang Bersosialisasi

media sosial adalah media dimana orang-orang (harusnya) bersosialisasi.

Artinya, dalam pemasaran media sosial kamu harus bersosialisasi dengan audiens. Bukan cuma posting sendiri dengan akun sendiri dan dikomentari sendiri.

Inilah kesalahan yang paling umum dilakukan oleh orang yang baru terjun ke pemasaran media sosial.

Seperti berteriak-teriak sendiri di ruangan yang kosong.

Tidak didengar oleh orang lain, meskipun kita punya konten yang menariknya.

karena kita belum punya traffic atau audiens dari luar, belum punya follower, dan yang dilakukan setiap hari hanya membuat konten baru tanpa bersosialisasi keluar.

halaman Facebook kita kosong

Solusi kesalahan 4

tujuan orang melakukan pemasaran media sosial adalah mendapatkan traffic atau audiens yang nantinya akan menjadi pembeli dan pelanggan.

Kalau kita sudah punya sumber traffic lain, misalnya dari blog atau website, iklan, kemudian menjadikan media sosial tempat berkomunikasi dengan mereka, ini tidak masalah.

Tapi kalau tujuannya mendapatkan traffic dari media sosial itu sendiri, maka kita harus bersosialisasi ke luar dan ke dalam.

ke luar artinya, kita mencari tempat dimana banyak orangnya yang menjadi sasaran produk kita. yang paling umum adalah Grup di Facebook.

kalau kita menjual peralatan elektronik, kita bisa masuk ke grup yang membahas tentang elektronik. dan hampir semua topik yang ada di dunia bisnis memiliki grup tersendiri di facebook dan ramai sekali.

Ini yang akan kita lakukan di grup tersebut:

membuat postingan menarik secara berkala
sering menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain
berdiskusi dan berbagi pengalaman yang bermanfaat

kalau kamu sudah mulai dikenal dalam grup tersebut, maka langkah berikutnya kamu bisa:

mengundang mereka ke halaman kamu

Dengan demikian, kamu mulai mendapatkan traffic dan follower.

ke dalam artinya, kita sering berkomunikasi dengan orang-orang yang menulis komentar dan mention untuk akun kita. kita tidak cuek dengan calon pembeli yang cerewet.

dan yang penting, tunjukkan pada mereka bahwa kamu bukan robot yang kaku ketika menjawab pertanyaan mereka.

5. Mencari follower dan like dengan Licik

mungkin kamu pernah dengar jasa menjual follower di Twitter dan like di Facebook dengan harga yang sangat murah.

memang yang ditawarkan bukan penipuan, mereka betul-betul akan memberikan banyak sekali bahkan sampai ribuan follower dan like di Twitter dan Facebook dengan harga hanya Rp 50ribu.

sepertinya menarik, tapi sama sekali tidak.

facebook akan menganggap halaman kamu sebagai spam, dan dengan cepat atau lambat facebook akan menghapusnya.

Facebook punya algoritma untuk menganalisa tingkat interaksi sebuah page berbanding dengan orang-orang yang like halaman tersebut.

Kalau kamu membeli follower, memang mendapat banyak, tapi orang-orang yang ada disana sebenarnya tidak tertarik dengan halaman kamu sama sekali. dan mereka tidak akan berinteraksi.

Nah, ketika interaksi halaman rendah sedang like dan follower banyak maka algoritma tadi otomatis akan menganggap bahwa halaman adalah spam.

Dengan kata lain, kalau kita membeli like atau follower di Facebook, twitter, instagram berarti kita membunuh halaman sendiri.

Solusi kesalahan 5

solusinya, jangan membeli like atau follower.

Carilah follower yang alami, mereka yang benar-benar tertarik dengan konten menarik yang kita buat. Jangan cari follower yang tidak akan tertarik dengan konten atau halaman kita.

6. Sering Menerapkan Prinsip 4P, Bukan 4E

istilah marketing 4P adalah sebagai berikut:

Product: berbicara tentang kelebihan produk
Price: harga produk termasuk pemberian diskon
Place: berbicara lokasi toko
Promotion: ajakan untuk membeli

ini sering disebut dengan Marketing mix. sebuah metode yang digunakan untuk melakukan identifikasi. berbicara tentang keempat hal tersebut. dan ini sering diajarkan dalam seminar marketing.

Kalau kamu melakukan 4 hal ini di social media, dijamin tidak akan ada yang peduli dan semua follower akan pergi.

Solusi kesalahan 6

4P tadi boleh dilakukan hanya di belakang layar, atau sindiran. bukan dikomunikasikan secara langsung kepada orang lain. mereka akan lari.

Sebaliknya, lakukan 4E berikut ini:

Engage: mengajak audiens berinteraksi
Educate: posting konten informatif, mendidik, bermanfaat
Excite: posting konten yang membuat audiens antusias agar mereka kembali lagi
Evangelize: buat audiens agar merekomendasikan produk kamu kepada orang lain dengan kehendak mereka sendiri

itulah sebenarnya kunci dari strategi media sosial.

7. Hanya Memasarkan Produk di Media Sosial

Misalkan kamu sudah punya 100 ribu lebih follower di instagram, facebook, Twitter.

Hebat bukan,

tapi apa yang akan kamu lakukan ketika tiba-tiba akun kamu yang hebat tersebut ditutup, atau di-hack?

atau pada suatu kali nanti media sosial tersebut tidak lagi menjadi tempat pemasaran produk yang efektif?

follower sebanyak itu akan sia-sia.

Parahnya lagi, kamu tidak punya kontak langsung terhadap audiens yang banyak itu. Kalau semisal kamu tidak lagi menggunakan medsos tersebut, atau sudah tidak efektif, kamu tidak bisa berkomunikasi dengan mereka di tempat lain.

dan jika kamu hanya mengandalkan media sosial sebagai pemasaran, kamu akan mengulang lagi dari nol.

dan itulah kelemahan terbesar dari media sosial.

Solusi kesalahan 7

media sosial bukan satu-satunya media yang bisa kamu gunakan untuk pemasaran produk secara online. Dalam pemasaran di dunia online, kenali 4 jenis media ini:

Owned media = media milik kita sepenuhnya. seperti web, email list, blog
Paid media = iklan yang berbayar
Earned media = pelanggan yang merekomendasikan bisnis kita
Rented media = media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lainnya.

di Media Sosial Kita hanya menumpang, menyewa tempat. Follower di sana bukan milik kamu sepenuhnya, mereka miliknya Mark Zuckerberg pendiri Facebook.

kamu harus sadar mana yang akan lebih bertahan lama. kalau kita lihat jenis media paid dan rented media hanya sarana untuk mengembangkan owned dan earned media. media online yang 100% milik sendiri.

media sosial dimanfaatkan untuk membangun sebuah brand.

Jangan sampai kamu dan para pelanggan menganggap bahwa media sosial adalah rumah dari brand kita. maka buatlah website sendiri dan bawa audiens ke sana.

Jangan lakukan hal berikut ini:

Mencari pembeli langsung di social media
Mengandalkan FB Ads untuk mendapatkan pembeli
Membuat konten hanya di media sosial
Hanya satu rumah di social media

Lakukanlah hal ini:

Bangun sebuah brand di media sosial
Manfaatkan FB Ads untuk mendapatkan kontak
Buat konten berkualitas di website dan media sosial sebagai tempat distribusinya
Arahkan audiens ke website

Sekarang saatnya kamu melakukan yang benar

kamu sudah menyadari 7 kesalahan paling umum yang harus dihindari dalam Strategi media sosial, sekarang saatnya mempelajari lebih lanjut mengenai strategi ini

silahkan baca beberapa artikel berikut ini:

kata kunci terkait:
social media marketing indonesia
strategi promosi melalui sosial media ppt
perkembangan sosial media marketing
cara menentukan sasaran pasar dalam pemasaran melalui media sosial
penggunaan media sosial untuk pemasaran
sosial media marketing pdf
strategi konten media sosial
rencana marketing social media

0 Response to "Strategi Pemasaran Media Sosial, 7 Kesalahan UMUM Ini Harus DIHINDARI"

Posting Komentar